PERAN MAHASISWA BIOLOGI DALAM KONSERVASI ORANGUTAN

Minggu, 11 Oktober 2020 diskusi daring yang dikemas dengan baik oleh Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia atau IKAHIMBI Wilayah Kerja VII mengangkat tema, “Meneropong masa depan bumi, refleksi peran strategis satwa dan habitatnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem”. Dr. Lariman, M.Si., yang merupakan dosen dan kepala laboratorium ekologi dan sestematika hewan FMIPA Universitas Mulawarman, Samarinda bersama Ramadhani dari Centre for Orangutan protection (COP) menjadi narasumber webinar tersebut.

Dalam sambutannya, ketua IKAHIMBI berharap diskusi bisa menambah pengetahuan mahasiswa akan pentingnya peran satwa liar terutama orangutan yang merupakan simbol konservasi di Indonesia dengan habitatnya yang berada di Kalimantan. “Terutama bagaimana pengelolaan pusat rehabilitasi orangutan di Kaltim.”, tegas Alfian.

Dr. Lariman, M.Si., dengan detil memperkenalkan sektor konservasi berupa taman nasional, hutan lindung, taman margasatwa dan kekayaan fauna yang ada di seluruh Indonesia. Peran penting pemangku pengelolaan yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) harus didukung penelitian mahasiswa Biologi.

Pemaparan Pusat Rehabilitasi Orangutan Borneo Rescue Alliance (BORA) yang berada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Labanan, Berau adalah kerjasama antara COP dengan KLHK. Upaya konservasi ini membutuhkan kinerja semua disiplin ilmu terutama Biologi. Mulai dari kajian populasi hingga ketersediaan pakan alami di kawasan pelepasliaran nantinya. “Mahasiswa Biologi, mari mengambil peluang di dunia konservasi orangutan.”. (DAN)

What's your reaction?
0Cool0Upset0Love0Lol

Add Comment

to top